Aku
bingung harus berkata apa padamu, kekasihku. Bahkan untuk menggerakkan jari-jari
mengetik sms untukmu saja aku tak bisa. Aku yang baru mengenalmu selama
seminggu ini merasa takut saat kau membaca smsku kau berpikir aneh-aneh.
Tapi
sungguh, aku tak pernah berniat apa-apa. Kau tahu bahwa aku pernah cerita kepadamu
bahwa aku tak pernah mengenal laki-laki lebih dekat karena sifatku yang
pemalu..
Aku
ingin kau menjadi sahabatku di dalam kehidupanku, aku ingin kau yang
menghargaiku saat aku berpendapat…aku ingin kau menjadi penawar hatiku dan aku
menjadi penawar hatimu. Aku ingin kau menjadi yang terbaik untukku dalam urusan
dunia dan akhirat.
Jika
kau belum cocok dengan pendapatku, sejalan dengan pemikiranmu. Maka ajari aku
agar aku bisa sejalan dengan pendapatmu. Agar aku bisa mengertimu. Ajari aku
menjadi sosok yang membanggakan untukmu karena aku bisa menjadi pemicu
semangatmu…
Maafkan
aku kekasihku, jika aku belum membuat hatimu yakin untuk menjadi pasangan yang cocok
untukmu. Tapi di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku akan berjanji setia
padamu…
Jika
aku boleh berpendapat..”Cinta akan timbul dengan sendirinya…percayalah. Pacaran
setelah pernikahan akan terasa lebih nikmat.”
Tapi
jika sampai waktuku untuk berhenti menunggumu dan kau tak kunjung datang, maka
doakan aku….mungkin Allah SWT belum menjodohkan kita.
Aku
yang mengharapkan kehadiranmu