Minggu, 19 Desember 2010

menapaki senja

kabutpun mulai sirna
dibalik cakrawala ku melihat keindahan ciptaan-Nya
ragaku semakin tergerak
otot dan tulang sendiku mulai melemas
aku terbuai olehnya

seorang diantara tumpuan rerumputan di sana
yang ia jadikan tumpuan hidup keluarga

aku merasa aku bukanlah siapa-siapa
bahkan mau bagaimana dan dengan apa aku melangkah

ah...hanya Tuhan yang memikirkannya

Minggu, 05 Desember 2010

"lara"

semangatnya tak pernah luntur
bagaikan besi yang tertusuk sembilu
ia menangis tiba-tiba
dengan menawarkan sejuta pertanyaan untukku

namun sayang, rasanya aku belum siaga
menapaki terjalan yang semakin keras
lalu...ku katakan padanya "sebentar, aku akan mengasah yang ada di hadapanku
terlebih dahulu, lalu kemudian aku akan menerima permintaanmu".