kabutpun mulai sirna
dibalik cakrawala ku melihat keindahan ciptaan-Nya
ragaku semakin tergerak
otot dan tulang sendiku mulai melemas
aku terbuai olehnya
seorang diantara tumpuan rerumputan di sana
yang ia jadikan tumpuan hidup keluarga
aku merasa aku bukanlah siapa-siapa
bahkan mau bagaimana dan dengan apa aku melangkah
ah...hanya Tuhan yang memikirkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar