hari ini 20 November 2008 putu Wijaya telah hadir ditengah kita dalam pertunjukkan monolognya. saya sangat terkesan ketika monolog dari cerpennya dibacakan. pembacaan yang pertama adalah ketika wanita dan laki-laki dibedakan. judulnya adalah poligami. terkesan ketika seorang perempuan waktu ini saya lupa siapa yang disebutkan namanya tadi. tapi wanita itu karena neneknya mengatakan padanya "cucuku jangan percaya pada bibir lelaki tapi percayalah pada perbuatannya"....menghadirkan beberapa makna yang saya tangkap bahwa manusia tak kan bisa menjadi seperti orang lain ketika ia mendapatkan goncangan. tapi seseorang itu harus tetap menjadi kuat walaupun banyak penghalang, walaupun banyak ujian. walaupun banyak tantangan untuk meraih apa yang kita inginkan. manusia bisa meraih cita-citanya karena kekuatannya. ...
monolog yang kedua, saya menangkap kata kunci"MERDEKA, DOKTER, kekuatan, pancaran otak, keterbalikan fungsi.
yang indah menjadi tidak indah, yang buruk menjadi baik, ........semua serba terbalik.. kini merdeka hanya bisa merasakan apa yang ia minta, apa yang ia inginkan ketika perubahan itu memanfaatkannya...teriakan tolong pada seseorang hanyalah kekecohan semata. tak ada yang mau mendengar. semua acuh....."dokter mengatakan..."jadilah contoh merdeka..jadilah contoh bagi mereka yang ingin gila sepertimu..aku tak bisa merubahmu kembali seperti semula seperti apa yang sudah kulakukan untukmu....jadilah contoh merdeka........"
hatiku bergetar. aku bergetar hingga sampai desaran nafasku. kekuatanku untuk hidup menjadi diriku sendiri telah muncul. aku sungguh telah hidup.. aku hidup. dan aku memang membutuhkan hal yang seperti ini..
sampai akhirnya aku ingin bisa terinspirasi saperti Putu Wijaya. akua ingin bisa bermanfaat buat orang lain walaupun tantangan banyak didepanku. aku harus tetap maju.. tak ada kata terlambat untuk berbuat. tak ada kata terlambat untuk menang....."
" kegagalan adalah janji...kegagalan adalah kesempatan.. aku tak pernah takut akan kegagalan. karena kegagalan menjadikanku semakin kuat.."
terimakasih Bli Putu..aku mengagumi sastrawan sepertimu. tunggulah aku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar