Selasa, 20 Desember 2011

akhirnya..


Hari ini aku sendiri. Hanya ditemani angin dan music sheilla on 7 yang kuputar. Iya, eyang dan bude sri ke pasuruan untuk membicarakan kebutuhan eyang yang akan pergi ke Kebumen. Kemudian, setelah bersih-bersih rumah dan lulur badan hingga wangi. Setelah salat dan membaca ayat suci Al-Quran. Ku tulis sesuatu untuk mengingatnya. Surabaya, 20 desember 2011 pukul 05.23 pm.
Ku ceritakan pengalaman yang luar biasa saat aku menjadi reporter di surabaya post. Ada sesuatu yang istimewa dari surabaya post. Tidak tahu apa itu. Tapi saya berpikir berbeda dengan media cetak lain, meskipun itu jawa post sekalipun. Karena perjalanan surabaya post dan cerita yang misterius yang sampai sekarang belum aku temukan.
Surabaya post kini berbenah untuk menjadi yang lebih baik. Sudah 3 bulan kurang 2 minggu aku ditraining di Surabaya Post. Banyak ilmu yang bisa ku ambil di sana. Tidak tahu kenapa, lama kelamaan aku kerasan di surabaya post.
Bukan karena cinta ku kepada seorang reporter di sana, tapi pelajaran yang sangat luar biasa. Pertemanan dan keistimewaan lain. Sudah dua hari aku membantu reporter kota untuk listing berita. Karena untuk hari minggu spm (25 des 2011 dan 1 januari 2012) libur. Jadi aku ga mau hanya kosongan saja bila dilisting.
Aku tadi sudah menyinggung sedikit keunikan di surabaya post. Termasuk para redaktur dalam melisting reporternya. Hari ini (20/12) aku dilisting dengan begini “testing..testing…ayo listing. kalo ga listing tangannya kiting…” ahahaha
Lucu sekali. Cerdas-cerdas para redaktur di Surabaya Post. Benar memang dalam merangkak untuk menjadi besar kembali.
Bayangkan, tahun 1953 Surabaya Post terbit. Dan sampai sekarang menjadi koran satu-satunya di surabaya. Ada kenikmatan tersendiri saat bisa pulang pukul 11.00 dengan masuk pagi pukul 07.00. Aku hanya diperlukan duduk sampai empat jam saja. Jika ada penambahan berita dan harus diselesaikan hari itu juga, pasti bu dina akan marah-marah kepada kami.
Bu dina, pak kokok, mas asepta yang sebenarnya telah mengajarkanku banyak..pak kokok yang kelihatannya galak, yang terkadang aku merasa takut dengannya, hari ini dia akan menurunkan berita yang diberikan mas jun tadi malam padaku lewat email. Mas jun menyarankan aku untuk mengembangkannya dan menelpon kembali kepada sri winarno, humas kereta api di gubeng.
ya, Aku senang…
Bahkan beberapa waktu lalu, katanya bu dina sedikit ada perubahan yang terbaik pada tulisanku.
Aku merasa bisa belajar di sana..terima kasih bu dina…terima kasih pak kokok, terima kasih mas asepta, terima kasih mbak wid, dan terima kasih mas jun juga mbak sekar….




Tidak ada komentar: