Menantikan kehadiranmu membuatku seakan terjatuh bangun hingga aku berpikir "Apakah kekuranganku sehingga belum ada yang memilihku hingga saat ini?'.
Ketika aku mendengar ada sepupuku yang melahirkan, dan eyangku tersenyum bahagia. itu seakan membuatku seperti terpukul karena aku belum juga terpilih untuk menjadi istri orang yang sholeh dan pintar.
Aku sungguh takut. Tapi aku ingin, ketakutanku ini tak menghalangiku untuk terus berusaha mendapatkan yang terbaik.
Aku tahu, teman-teman, sahabatku, anak didikku, dan keluargaku mendoakanku agar aku bisa lekas mendapat yang terbaik. Aku mengerti bahwa Allah akan benar-benar memberi pilihan yang terbaik untukku.
Seperti seseorang yang akan mendapat piala, dia akan digodok kesabaran dan ketelatenannya untuk bisa menjadi seseorang yang bermanfaat.
Bisa mengelola keuangan, dan cerdas dalam membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Aku ingin bisa seperti wanita-wanita karier pada umumnya yang dengan senang mereka bisa bekerja dan mengurus anak lebih baik hingga menjadi anak yang sholeh dan sholeha.
Setelah aku mengajar selama 3 bulan , aku merasa berbeda. Aku merasa telah dikelilingi orang-orang yang sholeh dan sholeha. Aku merasa banyak kawan di sana.
Tapi entah kenapa, terkadang aku merasa sendiri dan terkadang merasa kurang cocok dengan lingkungan yang sangat religius itu. Padahal aku ingin bisa sharing dengan teman-teman. Meskipun itu laki-laki atau perempuan. Aku ingin sekali bisa berbagi dan mengambil pelajaran dari mereka seperti aku bekerja di media yang aku berada bersama teman-teman yang bervariasi. Ada yang merokok, seperti orang uraan, dan juga ada yang sholeh.
Aku terkadang juga serng bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah Allah akan segera mengabulkan doaku dengan meletakkanku di tengah orang-orang yang sholeh sholeha agar aku juga bisa menjadi orang yang sholeha. Mungkin dengan begitu doaku akan terkabul mendapatkan suami yang sholeh.
Ah...entahlah...
Aku bingung. Aku hanya ingin menjalani semua kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Tapi dengan penuh semangat untuk bisa menuruti ambisi menjadi seorang yang bisa membanggakan keluarga.
Membanggakan keluarga yang ingin kutunjukkan yakni dengan kesuksesan bisa menjadi seorang pegawai negeri dan pintar dalam mengatur keluarga.
Dalam harapku, aku selalu berdoa, semoga Allah melekaskan kedatangan pasangan hidupku dan menikahkanku dengannya sampai mendapat keturunan dan menjadi keluarga yang penuh dengan berkah.
Ketika aku mendengar ada sepupuku yang melahirkan, dan eyangku tersenyum bahagia. itu seakan membuatku seperti terpukul karena aku belum juga terpilih untuk menjadi istri orang yang sholeh dan pintar.
Aku sungguh takut. Tapi aku ingin, ketakutanku ini tak menghalangiku untuk terus berusaha mendapatkan yang terbaik.
Aku tahu, teman-teman, sahabatku, anak didikku, dan keluargaku mendoakanku agar aku bisa lekas mendapat yang terbaik. Aku mengerti bahwa Allah akan benar-benar memberi pilihan yang terbaik untukku.
Seperti seseorang yang akan mendapat piala, dia akan digodok kesabaran dan ketelatenannya untuk bisa menjadi seseorang yang bermanfaat.
Bisa mengelola keuangan, dan cerdas dalam membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Aku ingin bisa seperti wanita-wanita karier pada umumnya yang dengan senang mereka bisa bekerja dan mengurus anak lebih baik hingga menjadi anak yang sholeh dan sholeha.
Setelah aku mengajar selama 3 bulan , aku merasa berbeda. Aku merasa telah dikelilingi orang-orang yang sholeh dan sholeha. Aku merasa banyak kawan di sana.
Tapi entah kenapa, terkadang aku merasa sendiri dan terkadang merasa kurang cocok dengan lingkungan yang sangat religius itu. Padahal aku ingin bisa sharing dengan teman-teman. Meskipun itu laki-laki atau perempuan. Aku ingin sekali bisa berbagi dan mengambil pelajaran dari mereka seperti aku bekerja di media yang aku berada bersama teman-teman yang bervariasi. Ada yang merokok, seperti orang uraan, dan juga ada yang sholeh.
Aku terkadang juga serng bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah Allah akan segera mengabulkan doaku dengan meletakkanku di tengah orang-orang yang sholeh sholeha agar aku juga bisa menjadi orang yang sholeha. Mungkin dengan begitu doaku akan terkabul mendapatkan suami yang sholeh.
Ah...entahlah...
Aku bingung. Aku hanya ingin menjalani semua kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Tapi dengan penuh semangat untuk bisa menuruti ambisi menjadi seorang yang bisa membanggakan keluarga.
Membanggakan keluarga yang ingin kutunjukkan yakni dengan kesuksesan bisa menjadi seorang pegawai negeri dan pintar dalam mengatur keluarga.
Dalam harapku, aku selalu berdoa, semoga Allah melekaskan kedatangan pasangan hidupku dan menikahkanku dengannya sampai mendapat keturunan dan menjadi keluarga yang penuh dengan berkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar