Assalamualaikum
Di balik pintu aku menanti dan mengintip siapakah seseorang yang dikenalkan oleh kakakku. Dalam hati aku pasrahkan semuanya kepada Allah. kemudian aku melangkah untuk menemuinya. Aku mengamatinya yang sedang bekerja di depan komputer klinik. Sambil dalam doaku semoga Allah memperkenankan yang terbaik untukku. Jika dia yang terbaik untukku, maka tentu Allah akan mengizinkannya.
Kemudian beberapa jam setelah pekerjaannya usai, aku berbincang-bincang dengannya. Topik yang kami perbincangkan saat itu adalah tentang pekerjaan menjadi seorang guru. Saat itu aku masih jadi pengajar sekolah dasar. "Tampaknya dia rendah hati," kataku dalam hati. Karena dari pertemuan singkat itu tak ia tampakkan kesombongan di hadapanku. Ia pun memujiku karena berhasil kuliah di Unesa. Dan aku tak menyombongkan diri karena itu. Karena dari pembelajaran hidup yang kualami tak pantas seorang manusia menyombongkan diri di depan orang lain.
Kami hanya berbincang 10 menit, lalu dia izin pulang terlebih dahulu. Kemudian dalam doaku, "jika dia terbaik untukku, maka perkenankan ya Allah. Selang beberapa waktu ketika dia pulang, aku pun pulang bersama kakak iparku. kebetulan kakak iparku itu adalah seorang dokter.
Selang beberapa waktu setelah kami bertemu....dia menghubungiku dan kami melanjutkan komunikasi hingga sekarang.
Semoga Allah memperkenankan doaku...menjadi sahabat hidupnya dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.
Maret 2014-sekarang
masih bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar