Jumat, 12 Desember 2008

kajian Apresiasi prosa fiksi

Yuneni novikawati
072144043

FREEDOM IS RESPONSIBILITY ARTHUR
(FILM “KING ARTHUR”)
Dalam Eksistensi John Paul Sartre


Sinopsis

Arthur adalah penduduk asli Roma, keturunan ibu dari kalangan bangsa Woad. Arthur adalah putra Raja kebangsaan Roma. Dia menjadi pemimpin para ksatria dari Sarmatia yaitu Lancelot, Galahad, Bors, Dagonet, Jols, Tristan, Gawain untuk melindungi kawasan Roma dari jajahan. Kerajaannya dipimpin oleh Uscup Germanius. Pos peristirahatan mereka ada di Inggris. Separuh dari wilayah selatan ditengah tembok yang memisahkan suku asli Roma.
Selama 15 tahun mengabdi pada Roma dan saat ini kebebasan yang dinantikan itu segera datang untuk Arthur dan ksatrianya. Tapi banyak sekali kendala yang dicapai untuk memeroleh kebebasan itu. Uskup Germanius meskipun ia telah menjanjikan memberikan surat pembebasan itu, ia masih menginginkan misi yang harus dijalankan oleh Arthur dan ksatrianya. Arthur harus membebaskan keluarga Roma yang masih terjebak oleh Saxon. Keluarga Marius Honorius yang putranya bernama Alecto anak baptis dan murid kesayangan Paus. Arthurpun sebelumnya tak menyetujui karena misi berat itu diberikan saat mendekati pembebasan para ksatrianya. Selama mempertaruhkan nyawa 15 tahun misi ini tak pernah disinggung dan Arthur kecewa kepada Uscup Germanius. Karena ia dan ksatrianya akan mempertaruhkan nyawa demi menjalankan misi terakhir itu. Tapi usaha Uscup untuk meyakinkan bahwa anak Romawi yang meninggalkan Gereja jangan sampai jatuh di tangan Saxon. Arthurpun menyetujui dengan janji bahwa jika Uscup tidak memegang janjinya maka, legiun Romawi, Pasukan Gereja atau Tuhan tak kan bisa menolongnya. Dan misi itu disampaikan oleh Arthur kepada teman-temannya. Teman-teman ksatrianya begitu kecewa sama seperti Arthur. Dihari kebebasan mereka. Bukan pembebasan malah justru darah mereka. Perintah Roma ataukah perintah Arthur. Dengan didahului oleh Dagonet. Maka semua ksatria menyetujui. Meskipun dengan perasaan terpaksa tapi persahabatan mereka yang menjadikan mereka bersatu.
Kemudian berangkatlah mereka ke utara untuk menolong keluarga Roma terutama Alecto. Berbagai rintangan yang dihadapi sampai terjebak oleh bangsa Woad. Tapi bangsa Woad yang dipimpin oleh Merlin masih menginginkan para ksatria itu hidup, karena mereka merencanakan sesuatu yaitu mengalahkan bangsa Saxon dengan bersatu kepada Arthur dan ksatrianya.
Maka setelah Arthur dan ksatrianya sampai di kerajaan keluarga Marius Honorius. Disana Arthur menemukan kekejaman yang dilakukan oleh Marius. Bangsa Woad dijadikan budak dan terbunuh dalam lorong bawah tanah. Ditemukan dua orang yang masih hidup. Anak kecil dan gadis dari bangsa Woad. Kemudian mereka yang masih hidup, Istri Marius dan Alecto serta rakyatnya dibawa oleh Arthur kembali ke Roma.
Setelah sampai di perjalanan. Di tengah gunung es mereka dihadang oleh bangsa Saxon. Banyak sekali pasukannya hingga Dagones salah satu ksatrianya terbunuh karena menghancurkan es untuk menghancurkan pasukan Saxon. Saat itulah setelah kembali pada kekaisaran Roma, Uscup germanius dengan memberikan hadiah surat pembebasan sebagai janji setelah misi itu dilaksanakan. Tetapi itu tak berharga lagi. Bors merasa terpukul ketika pemberian surat kebebasan, surat keselamatan itu diberikan. Lancelot mengatakan bahwa surat pembebasan itu untuk Dagonet, tapi ia tak menginginkan semua itu karena Dagonet sudah bebas. Dagonet sudah mati.
Setelah bebas. Bangsa Saxon datang untuk menghancurkan dan menguasai Inggris. Terutama batasan tembok yang ditempati Arthur. Karena tahu bahwa pasukan Roma dan Ksatrianya telah pulang ke tanah airnya. Tetapi hal penghancuran yang direncanakan bangsa Saxon tak akan dibiarkan oleh Arthur. Arthur berjuang demi menyelamatkan bangsanya, wilayah kekuasaanya, dan kehancuran rakyatnya. Dan saat itulah makna pembebasan dirasakan oleh teman ksatrianya. Kuda yang ditunggangi para ksatria itu sama yang dirasakan bentuk persahabatan Arthur dan ksatrianya. Keterikatan persahabatan yang membentuk kekuatan yang menghadirkan mereka tetap bersatu. Bukan negara tanah kelahiran yang membuat mereka terpisah. Tetapi rasa persatuan para ksatria yang membuat mereka menghilangkan Ras demi kebebasan. Hanya sejarah yang bisa membuat mereka tetap abadi, yang membuat mereka bebas dengan sesuatu hal yang dipilihnya.
FREEDOM!!

1. Sikap Arthur
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. http://id.wikipedia.org/wiki/Jean-Paul_Sartre
Dalam analisis karakter Arthur, arthur menginginkan sesuatu pembebasan dalam diri. Pembebasan yang sesuai dengan apa yang ada pada keinginannya.
Tapi keinginan Arthur bukan keinginan sifat egonya semata. Tapi keinginan bebasnya adalah karena rasa tanggungjawabnya kepada bangsanya, kepada rakyatnya. Arthur ingin bebas bersama bangsanya, dia ingin bebas bersama bangsa yang dicintainya.

Aku ingin hidup damai, Lancelot. Aku muak berperang. Roma adalah tempat yang indah. Teratur, berbudaya, dan maju.
Filsuf terpandai berkumpul ditempat yang suci
Untuk membebaskan manusia.

Keinginan Arthur untuk damai, kembali ke Roma adalah karena kemuakannya dan kebosanannya terhadap pertempuran.


Sartre menyatakan, eksistensi lebih dulu ada dibanding esensi (L'existence précède l'essence). Manusia tidak memiliki apa-apa saat dilahirkan dan selama hidupnya ia tidak lebih hasil kalkulasi dari komitmen-komitmennya di masa lalu. Karena itu, menurut Sartre selanjutnya, satu-satunya landasan nilai adalah kebebasan manusia (L'homme est condamné à être libre). . http://id.wikipedia.org/wiki/Jean-Paul_Sartre

Arthur selain memiliki rasa kecintaan yang tinggi terhadap bangsanya, dia juga menghargai hal-hal yang diajarkan oleh tanah kelahirannya. Dia diajarkan tentang kebebasan dan persamaan hak. Nilai ajaran Roma mempengaruhinya hingga kehidupan masa kini. Maka mengapa Sartre mengatakan bahwa manusia tidak memiliki apa-apa saat dilahirkan dan selama hidupnya ia tidak lebih hasil kalkulasi dari komitmennya di masa lalu. Dan ini ditunjukkan Arthur dalam menuju impian-impiannya dulu saat kebebasan bangsa Roma direnggut. Dia ingin menghadirkan warna kebebasan yang dulu dengan mengembalikan kebebasan itu. Dan Ajaran saat di Roma itu membawanya hingga dia dewasa sekarang. Menjadi ksatria yang tidak hanya ksatria omong kosong. Tapi ksatria yang sungguh bertanggungjawab kepada rakyatnya.

Ajaran soal kehendak bebas dan persamaan hak mempengaruhiku
Aku tak sabar bertemu dengannya lagi di Roma.

Ketika saat-saat kebebasan itu akan hadir, ketidak inginan menyampaikan misi itu sangat kuat. Arthur tidak ingin memecahkan rasa bahagianya yang dirasakan para ksatrianya. Tapi karena tanggung jawab yang diberikan itulah yang membuatnya terdorong untuk menyampaikannya.

Para ksatria, saudara sepertempuran
Kita harus jalani misi terakhir bagi Roma sebelum dibebaskan


2. Kepercayaan Arthur
Keinginan bebas Arthur dilandaskan juga kepada kepercayannya. Arthur tak pernah menginginkan hal ini yang membuat kecewa para ksatrianya. Arthur tetap menginginka agar para ksatrianya meraih apa yang menjadi impian mereka selama belasan tahun mengabdi kepada bangsa Roma.
Ya Tuhan Yang Maha Pengampun
Aku memohon belas kasih-Mu
Bukan bagi diriku tapi bagi ksatriaku
Karena mereka kini membutuhkannya

Arthur menginginkan bahwa ksatrianya tetap dalam bimbingan Tuhannya. Arthur rela melakukan apa saja demi para ksatrianya. Arthur sanggup merelakan nyawanya demi para ksatrianya. Arthur rela membayar seribu kali lipat dengan pengorbanannya. Karena rasa sayangnya, rasa persahabatan yang tinggi untuk kebebasan ksatrianya.

Bimbing mereka dalam ujian mendatang
Aku akan membayar seribu kali lipat
Dengan pengorbanan apapun diriku
Dan jika dalam kebijaksanaan-Mu
Kuputuskan nyawaku harus kukorbankan demi mereka
Agar mereka bisa merasakan kembali kebebasan yang sudah lama direnggut
Dengan senang hati akan kuterima

3. Cinta Arthur
Rasa cinta pada ibunya yang sesungguhnya menjadikan sumber dari semangatnya. Semangat pembebasan. Arthur sangat mencintai ibunya. Dia rela untuk membebaskan ibunya. tapi ternyata kerelaan itu yang membawa Arthur kepada untuk bisa bersatu lagi pada bangsa Woad. Ambisi kebebasannya atas cinta pada ibunya membawa Arthur lebih kuat untuk menghadapi segala rintangan apapun.
Arthur: kau menyerang sebuah desa
Sampai kini aku masih merasakan api diwajahku
4. Semangat Arthur
Semangat Arthur untuk memperjuangkan kebebasan bangsanya saat peperangan menghadangnya. Memberikan keyakinan pada lancelot bahwa dirinya dan teman-temannya adalah seorang ksatria. Ksatria kuat dalam mengorbankan dirinya untuk keinginannya. Ksatria mampu menjadikan semua keinginan menjadi nyata. Dengan bersama-saama menghadapi rintangan itu maka kekuatan itu akan bertambah. Dan kekuatan itu menjadikan Arthur dan para ksatrianya bebas.

Lancelot, kita adalah ksatria

Bersamamu, kita disampingmu. Kita bisa melakukannya
Lancelot, kita adalah ksatria

Arthur menyadari bahwa semua hal yang dia lakukan dulu akan berimbas para pertaruhan nyawanya. Arthur siap menghadapinya karena Arthur tahu bahwa semua yang telah dilakukannya dulu selama belasan tahun akan berimbas pada dirinya juga. Pertaruhan nyawanya.

Sekarang aku tahu, bahwa darah, nyawa yang kurenggut akan membawaku kesini

Manusia harus memiliki komitmen dan tanggung jawab. Manusia adalah
bahkan bertanggung jawab atas nama kami, karena dia bahkan perasaan yang dibentuk oleh perbuatan
(Kaufmann, dalam Sartre 1956.295). Ini berarti tidak ada paksaan dia dari belakang atau bertingkah laku dalam suatu cara, atau pola yang tepat mendorong dia ke masa depan. Karena individu bebas untuk memilih jalan mereka sendiri, mereka harus menerima resiko dan tanggung jawab. Menurut Sartre, satu harus "membuat" Keberadaan sendiri. Dalam proses tersebut, manusia
harus memilih, tanpa bimbingan universal. http://id.wikipedia.org/wiki/Jean-Paul_Sartre
pernyataan sartre ada pada Semangat Arthur hadir dalam jiwa ksatrianya. Kini semangatnya bukan hanya semangat untuk bangsanya lagi tapi pada diri pribadinya sendiri. Arthur menyampaikan kepada ksatrianya bahwa kebebasan adalah hak para ksatrianya. kebebasan adalah pada setiap tindakan yang mereka lakukan hari itu. Dan hal ini membuat dia menyatakan bahwa biarkan pembebasannya hanya ada dalam sejarah karena kebebasan dalam memilih mewujudkannya. Kebebasan yang abadi.

Para ksatria, hadiah kebebasan berhak kalian dapatkan
Tapi tanah air yang kita cari bukanlah tempat yang jauh
Tempat itu ada pada diri kita, dan setiap tindakan kita hari ini
Jika itu takdir kita biarlah terjadi
Tapi biarkan sejarah ingat bahwa kita bebas memilih mewujudkannya
RUS!!

Tidak ada komentar: