Jumat, 12 Desember 2008

semiotika dalam film "king arthur"

Hubungan Simbol ”RUS” dengan nyanyian kebebasan Vanora
dalam film ’King Arthur’

Negeri beruang dan Elang berada
Negeri yang memanggil kita untuk kembali
Kami akan pulang melintasi pegunungan

Kami akan pulang
Kami akan pulang

Kami akan pulang melintasi pegunungan

Dengarlah nyanyian kami
Dengarlah kerinduan kami

Kami akan pulang melintasi pegunungan

Kami akan pulang


”RUS”

Rus adalah makna pembebasan yang diinginkan Arthur dan para ksatrianya. PEMBEBASAN itulah makna sesungguhnya. Kebebasan dalam diri masing-masing tanpa tekanan, tanpa perintah, bebas kembali ketanah air tempat mereka dilahirkan. Saat kata ’RUS’ dikatakan oleh para ksatrianya seakan-akan kata itu menjadi penjelma dewa penyemangat yang hadir membentuk kekuatan diri untuk melakukan peperangan.
Bebas, keinginan bebas itulah yang senantiasa mengobarkan semangat pada diri ksatria. Dan akhirnya kata RUS dipakai untuk pembebasan tanpa perbedaan Ras tapi keabadian persahabatan. Mempertaruhkan nyawa demi kebebasan dan kebebasan itu yang menjadikan namanya akan tetap ada, dikenang.

’Lirik lagu pada dasarnya merupakan teks. Teks yang dilantunkan berdasarkan irama, sehingga menjelma sebagai teks yang mempunyai keluwesan nada yang dilisankan.’(heru, membongkar lelaki buaya darat:2007).
Nyanyian oleh Vanora ini salah satu dari keluwesan nada. Dan keluwesan nada diperoleh dari perasaan dan pikiran. Pikiran Vanora dan perasaannya saat itu adalah bahagia karena vanora sendiri ikut merasakan kebebasan itu yang dirasakan para ksatria. Kebebasan untuk kembali ketanah air Sarmatia.hal ini diungkapkan pada bait lirik

’Negeri beruang dan Elang berada
Negeri yang memanggil kita untuk kembali
Kami akan pulang melintasi pegunungan’


Kebahagiaan Vanora bahwa semua akan pulang ke negeri. Tempat keberadaan Beruang dan Elang. Negeri yang memanggilnya untuk kembali pulang dengan membawa kebebasan, kebebasan untuk negerinya, bangsanya dan rakyatnya dengan melintasi pegunungan. Yaitu untuk mencapai kebebasan itu diperlukan berbagai rintangan. Untuk mencapai kemenangan berbagai pertempuran yang dihadapi. Tak bisa tidak bahwa seseorang itu untuk mencapai keberhasilan tidaknya menghadapi ujian itu. Hal ini dicontohkan pada Arthur dan Ksatrianya. Arthur dan ksatrianya untuk menjadikan mereka bebas adalah karena usaha mereka sendiri untuk menghadapi rintangan itu sendiri.

Kemudian hal ini juga mempertegas bahwa mereka akan pulang ke tanah air. Mereka akan pulang, kembali ketanah air. Kebahagiaan Vanora menjadi pengungkap suara para ksatria yang mempertaruhkan nyawa demi pembebasan.

Kami akan pulang
Kami akan pulang

Melintasi pegunungan. Melintasi rintangan. Tiga kata untuk mengungkapkan kebahagiaan dan kebahagiaan yang hadir dalam jiwa para ksatria. Kami akan pulang membawa sesuatu untuk keluarga, untuk bangsa kita, untuk rakyat kita.

Kami akan pulang melintasi pegunungan

Tapi dengan melintasi pegununganlah yang bisa mencapai kebebasan itu. Dengan melintasi rintangan itu sesuatu dinilai lebih berharga.

Dengarlah nyanyian kami
Dengarlah kerinduan kami
Kami akan pulang melintasi pegunungan
Kami akan pulang

Penikmat digiring sedemikian rupa ke dalam kekuatan makna yang dibangun, sehingga penafsiran tunggal pun terbentuk. Tanpa memberikan penafsiran lebih jauh, penikmat secara tidak sadar menganggap dan bahkan terlibat dalam penstabilan teks tersebut, sehingga eksistensi kebenaran yang lain (the other) tenggelam.(heru:2007)saat Vonora menyanyikan hal ini, seolah-olah banyak yang terpana. Banyak yang tersentuh karena nyanyian itu begitu berarti, begitu bermakna. Makna pada lirik diatas bahwa Vonora meminta kepada negerinya, kepada bangsanya untuk memberikan pintu kebebasannya untuk para ksatrianya. Untuk Rakyat yang masih terjebak dalam keterikatan perintah.
Bila penafsiran sudah dinyatakan stabil, hal itu justru perlu dipertanyakan. Menurut Derrida, teks menyimpan ambiguitas-ambiguitas yang tidak bisa dielakkan. (heru,2007). Teks menyimpan ambiguitasnya. Yaitu yang tersirat dalam makna teks itu. Teks memang menyimpan ambiguitas. Ambiguitas yang bisa membedakan makna asli yang memengaruhi penikmat sehingga seakan-akan para para penikmat terhipnutis. TQ Sarannya adalah s

Tidak ada komentar: